Suasana khidmat terasa di Aula Pandawa Sakti Kodim 0610/Sumedang pada Kamis, 30 Juli 2026, saat Sertu Rohiman dari Babinsa Citepok memimpin pelaksanaan pengkaderan Latihan PSM. Kegiatan mandiri ini menjadi ajang penting untuk mengasah kemampuan bela diri para prajurit, mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan dalam dinas.
Dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB, pelatihan ini dirancang secara komprehensif. Peserta yang mengenakan seragam PSM terlihat antusias mengikuti setiap instruksi dari tiga orang pelatih yang memandu jalannya latihan. Sebanyak 10 orang prajurit menjadi pelaku aktif dalam sesi yang berfokus pada penguasaan materi sabuk putih.
Materi yang diajarkan meliputi dasar-dasar penting dalam PSM, mulai dari sikap siap dan sikap istirahat yang fundamental, hingga gerakan penghormatan dalam posisi berdiri maupun duduk. Lebih lanjut, latihan mencakup penguasaan berbagai kuda-kuda seperti kuda-kuda tengah sedang, tengah berat, kiri depan, kanan depan, serta kuda-kuda berlutut kanan depan dan kiri depan. Tak lupa, salam perguruan, delapan sikap pasang, serta teknik dasar PSM 1 dan PSM 2 turut menjadi bagian integral dari pelatihan ini.
“Ini bukan sekadar latihan fisik, tapi membangun karakter prajurit seutuhnya, ” ujar Sertu Rohiman dengan semangat saat diwawancarai seusai kegiatan. Ia menambahkan, “Saya melihat langsung bagaimana mereka menyerap setiap materi, bagaimana tekad mereka untuk menjadi lebih baik. Ini adalah investasi penting bagi kesiapan tempur dan profesionalisme kita.”
Hasil yang dicapai dari pelatihan ini sangat signifikan. Para prajurit tidak hanya meningkatkan kemampuan bela diri untuk menghadapi ancaman dalam pertempuran jarak dekat, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam berbagai situasi operasi. Peningkatan kekuatan fisik, seperti daya tahan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh, menjadi bukti nyata dari efektivitas latihan ini.
Lebih dari itu, pengkaderan ini bertujuan membentuk mental yang tangguh, berani, disiplin, dan penuh percaya diri. Penguasaan teknik perlawanan tanpa senjata maupun teknik melumpuhkan lawan secara efektif akan sangat membantu dalam mempertahankan diri dan melindungi rekan satu tim. Penanaman sikap disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab sebagai prajurit semakin diperkuat melalui setiap sesi latihan.
“Dalam situasi tekanan, kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat adalah kunci. Latihan seperti ini melatih kita untuk tetap tenang dan fokus, ” ungkap salah seorang peserta pelatihan yang enggan disebutkan namanya. Ia melanjutkan, “Koordinasi dan kekompakan tim juga terasa sekali perbedaannya setelah latihan ini. Kami jadi semakin solid.”
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi militer sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan aman dan lancar, meninggalkan kesan positif dan semangat baru bagi para peserta. Dokumentasi kegiatan pun telah terlampir sebagai bukti visual dari pelaksanaan yang sukses ini.

Updates.